Jumat, 12 September 2014

Makalah Administrasi Pendidikan/Resume





RESUME DAN RESENSI BUKU

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Administrasi Pendidikan


Description: Description: Description: F:\1771979.jpg


Oleh:
Nandang Supriatna
1122020260


PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM  NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2014

KATA PENGANTAR


Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunian-Nya penulis dapat menyelesaikan Resume dan Resensi Buku Administrasi Pendidikan.
Penulisan ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Administrasi Pendidikan, mudah-mudahan dapat memberikan motivasi yang besar bagi penulis dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari sebagai pelajar, serta menambah cakrawala dan wawasan kita dalam memahami isi sebuah buku.
Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan dorongan, terutama kepada dosen mata kuliah Administrasi pendidikan, untuk bimbingan dan arahnnya kepada penulis. Harapan penulis kepada semua pihak agar turut berpartisipasi dalam penyempurnaan makalah ini.



Bandung, 7 Maret 2014
                                                                                                           


                                                                                                            Penulis










RESUME
(Afifuddin, Samsul Bambang Dkk. Administrasi Pendidikan. CV Insan Mandiri. Bandung. 2005)

BAB II MAKNA ADMINISTRASI
1.      Tinjauan umum
Menurut Charles A. Beard “tidak ada satu hal untuk abad modern sekarang ini yang lebih penng dari administrasi. Kelangsungan hidup pemerintahan yang beradab dan bahkan kelangsungan hidup peradaban itu sendiri akan bergantung atas kemampuan kita untuk membina dan mengembangkan suatu filsafat administrasi yang mampu memecahkan permasalahan-permasalahan modern”.
Petugas pendidikandi lingkungan lembaga pendidikan formal tidak saja akan terlibat dalam kegiatan kependidikan secara professional, tetapi terlibat juga dalam kegiatan administrasi yang mengharuskan mereka memiliki knowledge “pengetahuan”, skill “keterampilan”, dan ekspertness “ keahlian” dalam menyusun perencanaan, melakukan pengorganisasian, pemberian pengarahan/bimbingan, dan koordisasi.
2.      Prinsip dan tujuan administrasi
Prinsip adanya administrasi adalah: 1. Adanya kegiatan kerjasama yang dilakukan sekelompok orang. 2. Adanya penataan atau pengaturan dalam kerjasama. 3. Adanya tujuan yang akan dicapai dari kerjasama. Secara sederhana dapat dikemukakan bahwa tujuan administrasi adalah untuk mendayagunakan segala tenaga, sarana, dan dana secara optimal, teratur, relevan, efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu.
3.      Pengertian Administrasi dalam arti semit dan luas
Dalam arti sempit diambil dari bahasa Belanda Administratie yang berarti setiap  penyusunan keterangan-keterangan secara sistematis danpencatatannya secara tertulis dengan maksud untuk memperoleh suatu ikhtisar mengenai keterangan itu dalam keseluruhannya dan dalam hubungannya satu sama lain. Sedangkan dalam artu luas administrasi adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan  sebagai pengendalian usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dan juga administrasi sebagai segala pengaturan seluruh sumber daya (manusia dan non manusia) dalam rangka kerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Yang terkandung di dalamnya antara lain; 1. Adanya kegiatan pengaturan dan penataan, 2. Adanya sumber daya yang ditata, 3. Adanya kerjasama dalam menata, dan adanya tujuan dari kegiatan pengaturan atau penataan.

BAB III ADMINISTRASI DAN TUJUAN PENDIDIKAN
1.      Tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan dapat dilihat dari berbagai segi. Dilihat dari gradasinya, ada tujuan akhir ada tujuan sementara. Dilihat dari sifatnya, ada tujuan umum ada tujuan khusus. Dilihat dari segi penyelenggaraannya terdapat tujuan pendidikan formal, tujuan pendidikan non formal, dasn tujuan pendidikan informal. Dalam tujuan pendidikan formal terdapat tujuan pendidikan nasional, tujuan institusional, tujuan kurikuler (bidang studi), dan tujuan instruksional. Dilihat dari out putnya, ada tujuan individual dan tujuan sosial. Dalam bidang studi (kurikulum), tujuan pendidikan terbagi kepada tujuan keagamaan, intelektual, kultural, material, dan tujuan psikis.
Tujuan pendidikan ialah orientasi yang dipilih pendidik dalam membimbing peserta didiknya. Pemilihan merupakan proses penilaian. Karenanya, manakala pendidik telah menentukan pilihannya, sesungguhnya ia telah mengutamakan sebagian nilai atas sebagian yang lain. Dengan demikian, pada  dasarnya tujuan pendidikan merupakan kristalisasi nilai-nilai.
Tujuan umum pendidikan ditentukan oleh adanya tujuan hidup pendidik. Sementara itu tujuan hidup dipengaruhi oleh pandangan hidup tentang hakikat manusia, kedudukannya di alam semesta, dan akhir hidupnya. Dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan merupakan penjabaran tujuan hidup.
2.      Tujuan pendidikan nasional
Tujuan pendidikan Nasional, tujuan pendidikan di Indonesia menuurut ketetapan MPR Nomor II/MPR/1988 adalah sebagai berikut: “Pendidikan Nasional  berdasarkan pancasila, bertujuan untuk meningkatka kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keeras, tangguh, tanggung jawab, mandiri, cerdas, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan Nasional juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta pada tanah air, mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial.”
Dalam UU RI No. 2 tentang system pendidikan nasional: “ pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusiia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan, dan keterampilan, kesehatan jasmani rohani, kepribadian yang mantap serta rasaa tanggung jawab kemasrakatan dan kebangsaan”
Adapun menurut Undang-Undang SISDIKNAS ( Sistem Pendidikan Nasional) No. 20 tahun 2003 sebagai pembaharuan dari UUSPN No. 2 tahun 1989: “pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik  aga menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjaga warga Negara yang demokratis serta tanggung jawab.”
3.      Peran Administrasi Dalam Mencapa Tujuan Pendidikan
Administrasi berperan strategis dalam penyelengaraan kegiatan secara sistematis dan komprehesif dapat mempermudah kelancaran kegiatan pendidikan. Apabila kegiatan berjalan lancer, tujuan pendidikan akan tercapai. Dan membantu mempermudah pencapaian tujuan pendidikan secara efektif, efisien dan produktif.

BAB IV KONSEP DASAR ADMINISTRASI PENDIDIKAN
1.      Pengertian Administrasi Pendidikan
Menurut G. Z. Roring, administrasi pendidikan adalah cara bekerja dengan orang-orang dalam rangka mencapai tujuan secara efektif, yang berarti mendatangi hasil yang baik, tepat dan benar sesuai dengan tujuan pendidikan.
Administrasi pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.
Kekhususan administrasi yaitu: Pertama, bahwa kerjasama kelompok manusia ada dalam suatu organisasi yang disebut organisasi pendidikan. Kedua, tujuan pendidikan yang akan dicapai berbeda dengan tujuan perusahaan yang bertujuan hanya untuk mendapatkan keuntungan materil yang sebesar-besarnya. Ketiga, penjabaran makna efektif dan efisien itu agak berbeda, karena dibatasi oleh nila-nilai yang dianut dan digunakan dalam proses pendidikan.
2.      Tujuan Administrasi Pendidikan
a.       Tujuan Jangka Pendek
b.      Tujuan Jangka Menengah
c.       Tujuan Jangka Panjang
3.      Fungsi dan Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan
a.       Fungsi Administrasi Pendidikan
Menurut George R Terry fungsi administrasi pendidikan yaitu: Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuating (Penggerakan), Controlling (Pengawasan). Sedangkan menurut Hanry Fayol mengemukakan limabfungsi yaitu: Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Commanding (Pemberian Komando), Cordinating (Pengoordinasian), dsan Controlling (Pengawasan).
Fungsi administrasi pendidikan di sekolah meliputi:
1)      Fungsi perencanaan yang mencakup berbagai kegiatan seperti menentukan kebutuhan, diikuti dengan penentuan strategi pencapaian tujuan dan kemudian penentuan program guna melaksanakan strategi pencapaian tujuan terssebut.
2)      Fungsi organisasi yang meliputi pengelolaan personil, sarana prasarana, distribusi tugas, struktur, yang berwujud sebagai suatu badan yang integral.
3)      Fungsi motivasi yang terutama meningkatkan efisiensi prosses dan efektifitas hasil kerja.
4)      Fungsi pengawasan meliputi pengamatan proses pengelolaan secara menyeluruh sehingga tercapailah hasil sesuai dengan apa yang telah direncanakan.
b.      Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan
1)      Administrasi Organisasi
2)      Administrasi Kurikulum
3)      Administrasi Kepegawaian
4)      Administrasi Peserta Didik/Siswa
5)      Administrasi Sarana dan Psarana
6)      Administrasi Tata Usaha
7)      Administrasi Pembiayaan
8)      Administrasi Tata Hubungan Masyarakat
Fungsi/Cakupan
SDM
Sumber Belajar
Fasilitas Material
Perencanaan



Pelaksanaan (Organisasi dan Motivasi)



Pengawasan




4.      Tingkat Pelaksanaan Administrasi Pendidikan
a.       Tingkat Nasional
b.      Tingkat Regional
c.       Tingkat Lokal
5.      Konsep-konsep Baru Administrasi Pendidikan
a.       Administrasi pendidikan sebagai suatu proses system perilaku
b.      Learning merupakan sasaran pokok
c.       Kepengawasan adalah usaha kerja sama yang sistematik dan terkoordinasi secara terarah dan terpadu
d.      Komunikasi terlibat antar berbagai unsur yang terlibat
e.       Penggunaan gaya kepemimpinan yang tepat
f.       Adanya fleksibelitas organisasi
g.      Penghargaan terhadap usaha dan aktifitas kreatif





BAB V FUNGSI ORGANIK ADMINISTRASI PENDIDIKAN
A.    Perencanaan (Planning)
Perencanaan dapat diartikan sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang terhadap hal-hal yang akan dikerjakan pada masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
Arti pentingnya perencanaan dapat dijabarkan sebagai berikut:
1.      Diharapkan terdapat suatu pengarahan kegiatan
2.      Dilakukan suat perkiraan terhadap hal yangakan dilalui pada masa pelaksanaan
3.      Pemilihan berbagai alternative cara yang baik
4.      Dapat dilakukan penyusunan skala prioritas
5.      Dapat diperoleh tindakan yang tepat dan terkoordinasi
6.      Alat untuk menyesuaikan usaha dengan situasi
7.      Membantu efisiensi kerja dan membantu menghindari masalah dalam usaha
8.      Menjelaskan fungsi-fungsi manajerialnya dan pendelegasian kekuasaan
9.      Alat pengukuran untuk mengadakan pengawasan
Kualifikasi rencana yang baik:
1.      Mempermudah tercapainya tujuan yang telah ditentukan sebelumnya
2.      Rencana bersifat luwes dan fleksibel
3.      Pragmatis dan bersifat praktis disertai perhitungan yang logis dan rasional
4.      Rencana bersifat sederhana, sistematis dan jelas
5.      Ada skala prioritas
6.      Memiliki daya guna yang berarti
Kriteria perencanaan yang dirumuskan dalam 6 pertanyaan: what, why, where, when, who, how.
Proses perencanaan menurut Bintoro Tjokroamidjojo adalah:
1.      Penyusunan rencana
2.      Penyusunan program rencana
3.      Pelaksanaan rencana
4.      Melakukan pengawasan
5.      Evaluasi
Dimensi perencanaan pendidikan terdiri dari beberapa dimensi, yaitu: makro, meso, dan mikro. Perencanaan makro adalah perencanaan dengan ruang lingkup nasional dan bersifat komferhensif, biasanya merupakan perencanaan jangka panjang. Perencanaan meso adalah perencanaan di tingkat regional atau daerah. Perencanaan mikro adalah perencanaan di tingkat lokal atau lembaga yang merupakan penjabaran lebih terperinci dari perencanaan meso.
Karakteristik perencanaan pendidikan menurut Fakry Gaffar adalah:
1.      Harus mengutamakan nilai-nilai manusiawi
2.      Harus memberikan kesempatan untuk mengembangkan segala potensi anak
3.      Harus memberikan kesempatan yang sama
4.      Harus komprehensif dan sistematis
5.      Harus ditujukan untuk membantu mempersiapkan manpower
6.      Harus dikembangkan dengan memperhatikan keterkaitannya dengan komponen pendidikan secara sistematis
7.      Harus menggunakan resources secepat mungkin
8.      Harus berorientasi pada masa datang
9.      Harus kenyal dan renponsif
10.  Harus merupakan sarana mengembangkan inovasi
Pendekatan dalam perencanaan pendidikan
1.      Pendekatan tuntutan sosial
a.       Ledakan dan pertumbuhan penduduk
b.      Pemerataan kesempatan belajar yag dikeluarkan pemerintah
c.       Adanya kewajiban yang dikeluarkan pemerintah
d.      Perintah agama yang mewajibkan menuntut ilmu
e.       Kondisi ekonomi
f.       Anggapan masyarakat bahwa pendidikan adalah investasi masa depan
2.      Pendekatan tenaga kerja
3.      Pendekatan nilai imbalan
B.     Pengorganisasian administrasi
Sondang P. Siagian merumuskan pengorganisasian sebagai keseluruhan proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas-tugas, tanggung jawab dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
 Hakikat organisasi yaitu: (1) organisasi yang ditelaan dengan pendekatan structural yang memanndang sebagai wadah tempat kegiatan dan menejemen dijalankan, (2) organisasi yang disoroti dengan pendekatan keprilakuan yang memandang sebagai proses tempat terjadinya interaksi antara orang-orang yang menjadi anggota organisasi itu.
Prinsip organisasi yang dianggap paling utama:
1.      Perumusan tujuan organisasi
2.      Pembagian kerja dan tugas
3.      Pelimpahan wewenan dan tanggung jawab
4.      Mengandung kesatuan perintah
5.      Rentangan control
6.      Fleksibel
C.     Pemberian Motivasi (Motivating)
Menurut Sondang P Siagian motivasi adalah sebagai keseluruhan proses pemberian motif bekerja kepada apara bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis.
D.    Pengawasan (Controling)
Menurut Hadari Nawawi pengawasan adalah kegiatan mengukur tingkat efektivitas kerja personal dan tingkat efisiensi penggunaan metode dan alat tertentu dalam usaha mencapai tujuan.
Karakteristik pengawasan yang efektif:
1.      Disesuaikan dengan sifat dan kebutuhan organisasi
2.      Diarahkan kepada menemukan fakta tentang bagaimana tugas-tugas dilaksanakan
3.      Mengacu kepada tindakan perbaikan
4.      Fleksibel
5.      Preventif
6.      Dapat difahami
7.      Bersifat membimbing

BAB VI ADMINISTRASI PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM
A.    Pengertian System
Menurut Kast dan Resenzweig system adalah suatu kesatuan yang utuh, terorganisasi, yang terdiri dari dua atau lebih bagian, komponen atau subsistem dan dibatasi oleh batas-batas lingkungan suprasistem yang dapat dikenali.
B.     Kerangka System Administrasi Pendidikan
Proses Belajar :
Guru
Kurikulum
Lingkungan
Murid
Sarana/Prasarana
Organisasi sekolah



Masukan          Keluaran
Murid              Lulusan
C.     Mekanisme Kerja dan Alur Kegiatan Administrasi Sekolah
1.      Kepala Sekolah
2.      Kepala Urusan/Tata Usaha
3.      Wakil Kepala Sekolah
4.      Usuran Kurikulum
5.      Usuran Kesiswaan
6.      Usuran Sarana/Prasarana
7.      Usuran Hubungan/Kerjasama Dengan Masyarakat
8.      Usuran Bimbingan Dan Konseling
9.      Wali Kelas
10.  Guru Pembina Osis
11.  Guru-Guru
12.  Guru Piket
13.  Staf Tata Usaha Urusan Kepegawaian
14.  Staf Tata Usaha Urusan Kesiswaan
15.  Staf Tata Usaha Urusan Umum
16.  Tata Usaha Urusan Perlengkapan
17.  Tata Usaha Urusan Perpustakaan
18.  Bendaharawan Rutin
19.  Bendahara Bp3
20.  Penerima Uang Bp3
21.  Pembuat Daftar Gaji
22.  Penjaga Sekolah
23.  Pembantu Umum Sekolah
24.  Juru Tik Sekolah

BAB VII KEGIATAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN
A.    Administrasi Kurikulum
1.      Pengertian Kurikulum
Menuurut para pendidik kurikulum adalah segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar di dalam kelas, di halaman sekolah maupun diluarnya, atau segala kegiatan dibawah tanggung jawab sekolah yang mempengaruhi anak dalam belajarnya.
2.      Pokok pikiran dalam penyusunan kurikulum
Diantara pokok pikirannya yaitu pendidikan diselenggarakan dalam keadaan dinamis. Mengandung arti bahwa lingkungan tempat pendidikan diselenggarakan turut memberi pengaruh terhadap tuntutan perubahan dan bukan dapat menentukan sesuatu pendidikan tersebut.
3.      Fungsi Administrasi dalam kurikulum
Aspek penting administrasi dalam pengelolaan kurikulum adalah bagaimana mengadministrasikan kurikulum untuk meningkatkan efeltivitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan.
4.      Perencanaan kurikulum
Seperti penyusunan kalender akademik, penyusunan jadwal pelajaran, penyusunan jadwal dan kegiatan ujian, penentuan program kegiatan ulangan, EBTA dan jadwal EBTA, penentuan wali kelas, penentuan tugas guru, pembuatan pedoman kenaikan kelas, penyusunan tata tertib, membuat laporan dan rapat-rapat, dan penyusunan PROTA (Program Tahunan) dan PROMES (Program Semester).
5.      Pengorganisasian kurikulum
a.       Subject Curiculum
b.      Integrated Curiculum
c.       Correlated Curiculum
6.      Evaluasi pelaksanaan kurikulum
a.       Determinan Kurikulum
1)      Orientasi filosofis lembaga pendidikan
2)      Kontek sosial ekoomi
3)      Hakikat pelajar
4)      Hakikat bahan pelajaran
b.      Harapan-harapan golongan klien dan konsumen
c.       Bukti tingkat produktivitas dengan mempertimbangkan hasil belajar, biaya, dan waktu.
B.     Administrasi Personalia
Administrasi personalia adalah segenap proses penataan yang bersangkut paut dengan masalah memperoleh dan menggunakan tenaga kerja secara efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Segenap proses penataan yang dimaksud adalah semua proses yang meliputi:
1.      Cara memperoleh tenaga kerja yang tepat
2.      Cara penempatan dan penugasannya
3.      Cara pemeliharaannya
4.      Cara pembinaannya
5.      Cara mengevaluasi atau menilainya
6.      Cara pemutusan hubungan kerja
Ruang lingkup kegiatan administrasi kepegawaian mencakup:
1.      Inventarisasi pegawai
2.      Pengusulan format pegawai
3.      Pengusulan pengangkatan, kenaikan pangkat, kenaikan berkala, dan mutasi
4.      Mengatur usaha kesejahteraan
5.      Mengatur pembagian tugas, bila ada guru sakit, cuti, atau pensiun.
C.     Administrasi Keuangan
Perutaran tahun anggaran disebut budget cyclus. Prosesnya sebagai berikut
1.      Fase perencanaan
2.      Fase pelaksanaan
3.      Fase pertanggungjawaban
D.    Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan
Ruang lingkup perlengkapan sekolah yang harus dikelola meliputi:
1.      Barang tidak bergerak, misalnya tanah dan bangunan
2.      Barang yang bergerak baik yang habis dipakai, misalnya perabotan, alat kantor, buku-buku, dan alat peraga pendidikan.
Pengelolaan sarana pendidikan: yang termasuk kedalam sarana pendidikan yaitu, tanah, bangunan, perabot, atau meubeler, perlengkapan dan perkakas pendidikan.
Kegiatan dan kebijaksanaan yang diperlukan dalam pengelolaan saranaa pendidikan di sekolah adalah:
1.      Binalah hubungan kerja yang baik dengan petugas lapangnan atau bangunan
2.      Pimpinlah kerjasma staf yang membantu para petugas pemeliharaan sarana
3.      Cukupkan perlengkapan dan perkakas yang diperlukan petugas pemelihara lapangan atau  bangunan
4.      Berikanlah kesempatan penataran para perugas untuk peningkatan pelaksanaan tugas-tugasnya
5.      Awasilah pembaharuan atau perbaikan sarana
6.      Binalah kerja sama dengan staf dalam upaya menghindari atau mencegah pengrusakan oleh murid
7.      Siapkanlah hukuman atau sangsi bagi murid yang melanggar tata tertib sekolah
8.      Beri kesempatan kepada para warga sekolah untuk mengadakan latihan pengamanan dalam keadaan darurat atau bahaya
9.      Adakan inspeksi ssarana secara periodic dengan teliti dan telaten
Pengguanaan alat pelayanan: beberapa patokan dalam memilih dan menggunakan alat pelayanan, yaitu:
1.      Alat pelajaran harus menarik perhatian dan minat murid
2.      Alat pelajaran haruslah meletakkan dasar-dasar untuk memahami sesuatu hal secara kongkret
3.      Alat pelajaran haruslah merangsang tumbuhnya pengeertian dan usaha pengembangan nilai-nilai
4.      Alat pelajaran sebaiknya serba guna dan berfungsi ganda
5.      Alat pelajaran sebaiknya alat yang sederhana
6.      Alat pelajaran sebaiknya dapat dibuat sendiri oleh guru dan murid
Kegiatan administrasi perlengkapan (sarana dan prasarana pendidikan)
1.      Perencanaan pengadaan, penyimpanan, dan pemeliharaan
2.      Inventarisasi
3.      Pengawasan dan pengendalian
E.     Administrasi Ketatausahaan
Secara terperinci, kegiatan tata usaha meliputi beberapa aktivitas yang diberlakukan dalam suatu organisasi atau pun sekolah, yaitu: menghimpun, mencatat, mengolah, menggandakan, mengirim dan menyimpan.
Peran dan pentingnya tata usaha yaitu:
1.      Membantu pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan induk untuk mencapai tujuan sekolah
2.      Menyediakan keterangan-keterangan bagi pimpinan sekolah, guru-guru, atau personal lainnya
3.      Melancarkan perkembangan sekolah sebagai suatu kesatuan yang hidup
System kerja ketatausahaan, adapun asas-asas efisiensi kerja sebagai berikut:
1.      Asas perencanaan
2.      Asas penyederhanaan
3.      Asas penghematan
4.      Asas penghapusan
5.      Asas penggabungan
Oteng Sutisna menegaskan prinsip-rinsip kerja administrasi kantor sebagai berikut:
1.      Pahami fungsi pokok administrasi sekolah serta tugas yang terlibat dalam pemenuhannya
2.      Persiapkan dalam Tulsan suatu ikhtisar tentang prosedur yang perlu bagi penyelesaian setiap tugas pokok
3.      Pahami prosedur dan periksa kegunaannya
4.      Sediakan kesempatan bagi staf sekolah untuk mendiskusikan fungsi, tugas, prosedur, dan catatan
5.      Gunakan catatan dan laporan sebagai pelayanan kepada organisasi
F.      Administrasi Kesiswaan
1.      Penerimaan siswa baru
2.      Ketatausahaan siswa
3.      Pengelompokan siswa
G.    Administrasi Bimbingan dan Penyuluhan
Prinsip pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan:
1.      Program bimbingan dan penyuluhan hendaknya dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak incidental
2.      Dalam pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan yang baik perlu didukung dengan data yang memadai
3.      Dalam pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan harus disusun sesuai dengan kebutuhan sekolah yang bersangkutan
4.      Pembagian waktu dan tugas bagi setiap unsur pelaksanaan di sekolah harus diatur dengan cermat
5.      Dalam pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan harus dilaksanakan dengan pendekatan individual maupun keompok
6.      Penanggung jawab tertinggi adalah kepala sekolah
7.      Harus senantiasa dievaluasi












RESENSI BUKU

A.    Identitas Buku
1.      Judul Buku                        : Administrasi Pendidikan
2.      Penulis                               : Drs. H Afifudin, MM, Drs. Drs. Bambang A, Dkk
3.      Penerbit                             : Insan Mandiri
4.      Kota Terbit                        : Bandung
5.      Tahun Terbit                      : 2005
6.      Teks                                   : Bahasa Indonesia
B.     Inti Resensi
1.      Kekurangan buku
a.       Desain covernya tidak menarik pembaca
b.      Tidak ada gambar yang membuat gairah dalam membaca
c.       Sekilas hanya seperti fotocopy an yang memakai warna hitam putih saja
d.      Banyak pemborosan kata dalam satu pembahasan
e.       Penempatan point-point dalam pembahasan kurang teratur
f.       Ada beberapa pembahasan yang sulit difahami dan rumit
2.      Kelebihan buku
a.       Informative
b.      Lengkap
c.       Dibahas secara mendalam
d.      Terdapat konsepan yang relevan dengan realitas
e.       Menggunakan kalimat yang sederhana sehingga memudahkan yang membacanya
f.       Buku yang cukup berguna untuk pedoman calon guru profesional