RESUME DAN
RESENSI BUKU
Diajukan Untuk
Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Administrasi Pendidikan

Oleh:
Nandang
Supriatna
1122020260
PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM
FAKULTAS
TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2014
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan
kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunian-Nya penulis dapat
menyelesaikan Resume dan Resensi Buku Administrasi Pendidikan.
Penulisan ini dimaksudkan untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah Administrasi Pendidikan, mudah-mudahan
dapat memberikan motivasi yang besar bagi penulis dalam melaksanakan aktivitas
sehari-hari sebagai pelajar, serta menambah cakrawala dan wawasan kita dalam
memahami isi sebuah buku.
Penulis mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan
dorongan, terutama kepada dosen mata kuliah Administrasi pendidikan, untuk
bimbingan dan arahnnya kepada penulis. Harapan penulis kepada semua pihak agar
turut berpartisipasi dalam penyempurnaan makalah ini.
Bandung, 7
Maret 2014
Penulis
RESUME
(Afifuddin, Samsul Bambang Dkk.
Administrasi Pendidikan. CV Insan Mandiri. Bandung. 2005)
BAB II MAKNA ADMINISTRASI
1.
Tinjauan umum
Menurut Charles A. Beard “tidak ada satu hal untuk abad modern
sekarang ini yang lebih penng dari administrasi. Kelangsungan hidup
pemerintahan yang beradab dan bahkan kelangsungan hidup peradaban itu sendiri
akan bergantung atas kemampuan kita untuk membina dan mengembangkan suatu
filsafat administrasi yang mampu memecahkan permasalahan-permasalahan modern”.
Petugas pendidikandi lingkungan lembaga pendidikan formal tidak
saja akan terlibat dalam kegiatan kependidikan secara professional, tetapi
terlibat juga dalam kegiatan administrasi yang mengharuskan mereka memiliki knowledge
“pengetahuan”, skill “keterampilan”, dan ekspertness “ keahlian”
dalam menyusun perencanaan, melakukan pengorganisasian, pemberian
pengarahan/bimbingan, dan koordisasi.
2.
Prinsip dan
tujuan administrasi
Prinsip adanya administrasi adalah: 1. Adanya kegiatan kerjasama
yang dilakukan sekelompok orang. 2. Adanya penataan atau pengaturan dalam
kerjasama. 3. Adanya tujuan yang akan dicapai dari kerjasama. Secara sederhana
dapat dikemukakan bahwa tujuan administrasi adalah untuk mendayagunakan segala
tenaga, sarana, dan dana secara optimal, teratur, relevan, efektif dan efisien
untuk mencapai tujuan tertentu.
3.
Pengertian Administrasi
dalam arti semit dan luas
Dalam arti sempit diambil dari bahasa Belanda Administratie
yang berarti setiap penyusunan
keterangan-keterangan secara sistematis danpencatatannya secara tertulis dengan
maksud untuk memperoleh suatu ikhtisar mengenai keterangan itu dalam
keseluruhannya dan dalam hubungannya satu sama lain. Sedangkan dalam artu luas
administrasi adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan sebagai pengendalian usaha kerja sama
sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan
sebelumnya.
Dan juga administrasi sebagai segala pengaturan seluruh sumber daya
(manusia dan non manusia) dalam rangka kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
Yang terkandung di dalamnya antara lain; 1. Adanya kegiatan pengaturan dan
penataan, 2. Adanya sumber daya yang ditata, 3. Adanya kerjasama dalam menata,
dan adanya tujuan dari kegiatan pengaturan atau penataan.
BAB III ADMINISTRASI DAN TUJUAN
PENDIDIKAN
1.
Tujuan
pendidikan
Tujuan pendidikan dapat dilihat dari berbagai segi. Dilihat dari
gradasinya, ada tujuan akhir ada tujuan sementara. Dilihat dari sifatnya, ada
tujuan umum ada tujuan khusus. Dilihat dari segi penyelenggaraannya terdapat
tujuan pendidikan formal, tujuan pendidikan non formal, dasn tujuan pendidikan
informal. Dalam tujuan pendidikan formal terdapat tujuan pendidikan nasional,
tujuan institusional, tujuan kurikuler (bidang studi), dan tujuan
instruksional. Dilihat dari out putnya, ada tujuan individual dan tujuan
sosial. Dalam bidang studi (kurikulum), tujuan pendidikan terbagi kepada tujuan
keagamaan, intelektual, kultural, material, dan tujuan psikis.
Tujuan pendidikan ialah orientasi yang dipilih pendidik dalam
membimbing peserta didiknya. Pemilihan merupakan proses penilaian. Karenanya,
manakala pendidik telah menentukan pilihannya, sesungguhnya ia telah
mengutamakan sebagian nilai atas sebagian yang lain. Dengan demikian, pada dasarnya tujuan pendidikan merupakan
kristalisasi nilai-nilai.
Tujuan umum pendidikan ditentukan oleh adanya tujuan hidup
pendidik. Sementara itu tujuan hidup dipengaruhi oleh pandangan hidup tentang
hakikat manusia, kedudukannya di alam semesta, dan akhir hidupnya. Dapat
dikatakan bahwa tujuan pendidikan merupakan penjabaran tujuan hidup.
2.
Tujuan
pendidikan nasional
Tujuan pendidikan Nasional, tujuan pendidikan di Indonesia menuurut
ketetapan MPR Nomor II/MPR/1988 adalah sebagai berikut: “Pendidikan
Nasional berdasarkan pancasila,
bertujuan untuk meningkatka kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang
beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur,
berkepribadian, berdisiplin, bekerja keeras, tangguh, tanggung jawab, mandiri,
cerdas, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan Nasional
juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta pada tanah air,
mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial.”
Dalam UU RI No. 2 tentang system pendidikan nasional: “ pendidikan
nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusiia
Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan, dan keterampilan,
kesehatan jasmani rohani, kepribadian yang mantap serta rasaa tanggung jawab
kemasrakatan dan kebangsaan”
Adapun menurut Undang-Undang SISDIKNAS ( Sistem Pendidikan Nasional)
No. 20 tahun 2003 sebagai pembaharuan dari UUSPN No. 2 tahun 1989: “pendidikan
nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik
aga menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjaga warga Negara yang
demokratis serta tanggung jawab.”
3.
Peran
Administrasi Dalam Mencapa Tujuan Pendidikan
Administrasi berperan strategis dalam penyelengaraan kegiatan
secara sistematis dan komprehesif dapat mempermudah kelancaran kegiatan
pendidikan. Apabila kegiatan berjalan lancer, tujuan pendidikan akan tercapai.
Dan membantu mempermudah pencapaian tujuan pendidikan secara efektif, efisien
dan produktif.
BAB IV KONSEP DASAR ADMINISTRASI
PENDIDIKAN
1.
Pengertian
Administrasi Pendidikan
Menurut G. Z. Roring, administrasi pendidikan adalah cara bekerja
dengan orang-orang dalam rangka mencapai tujuan secara efektif, yang berarti
mendatangi hasil yang baik, tepat dan benar sesuai dengan tujuan pendidikan.
Administrasi pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian
kegiatan yang berupa proses pengelolaan dalam organisasi pendidikan, untuk
mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan
efisien.
Kekhususan administrasi yaitu: Pertama, bahwa kerjasama
kelompok manusia ada dalam suatu organisasi yang disebut organisasi pendidikan.
Kedua, tujuan pendidikan yang akan dicapai berbeda dengan tujuan
perusahaan yang bertujuan hanya untuk mendapatkan keuntungan materil yang
sebesar-besarnya. Ketiga, penjabaran makna efektif dan efisien itu agak
berbeda, karena dibatasi oleh nila-nilai yang dianut dan digunakan dalam proses
pendidikan.
2.
Tujuan
Administrasi Pendidikan
a.
Tujuan Jangka
Pendek
b.
Tujuan Jangka
Menengah
c.
Tujuan Jangka
Panjang
3.
Fungsi dan
Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan
a.
Fungsi
Administrasi Pendidikan
Menurut George
R Terry fungsi administrasi pendidikan yaitu: Planning (Perencanaan),
Organizing (Pengorganisasian), Actuating (Penggerakan), Controlling
(Pengawasan). Sedangkan menurut Hanry Fayol mengemukakan limabfungsi yaitu: Planning
(Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Commanding (Pemberian Komando),
Cordinating (Pengoordinasian), dsan Controlling (Pengawasan).
Fungsi administrasi pendidikan di
sekolah meliputi:
1)
Fungsi
perencanaan yang mencakup berbagai kegiatan seperti menentukan kebutuhan,
diikuti dengan penentuan strategi pencapaian tujuan dan kemudian penentuan
program guna melaksanakan strategi pencapaian tujuan terssebut.
2)
Fungsi
organisasi yang meliputi pengelolaan personil, sarana prasarana, distribusi
tugas, struktur, yang berwujud sebagai suatu badan yang integral.
3)
Fungsi
motivasi yang terutama meningkatkan efisiensi prosses dan efektifitas hasil
kerja.
4)
Fungsi
pengawasan meliputi pengamatan proses pengelolaan secara menyeluruh sehingga
tercapailah hasil sesuai dengan apa yang telah direncanakan.
b.
Ruang Lingkup
Administrasi Pendidikan
1)
Administrasi
Organisasi
2)
Administrasi
Kurikulum
3)
Administrasi
Kepegawaian
4)
Administrasi
Peserta Didik/Siswa
5)
Administrasi
Sarana dan Psarana
6)
Administrasi
Tata Usaha
7)
Administrasi
Pembiayaan
8)
Administrasi
Tata Hubungan Masyarakat
|
Fungsi/Cakupan
|
SDM
|
Sumber Belajar
|
Fasilitas Material
|
|
Perencanaan
|
|
|
|
|
Pelaksanaan (Organisasi dan
Motivasi)
|
|
|
|
|
Pengawasan
|
|
|
|
4.
Tingkat
Pelaksanaan Administrasi Pendidikan
a.
Tingkat
Nasional
b.
Tingkat
Regional
c.
Tingkat Lokal
5.
Konsep-konsep
Baru Administrasi Pendidikan
a.
Administrasi
pendidikan sebagai suatu proses system perilaku
b.
Learning
merupakan sasaran pokok
c.
Kepengawasan
adalah usaha kerja sama yang sistematik dan terkoordinasi secara terarah dan
terpadu
d.
Komunikasi
terlibat antar berbagai unsur yang terlibat
e.
Penggunaan
gaya kepemimpinan yang tepat
f.
Adanya
fleksibelitas organisasi
g.
Penghargaan
terhadap usaha dan aktifitas kreatif
BAB V FUNGSI ORGANIK ADMINISTRASI
PENDIDIKAN
A.
Perencanaan
(Planning)
Perencanaan dapat diartikan sebagai keseluruhan proses pemikiran
dan penentuan secara matang terhadap hal-hal yang akan dikerjakan pada masa
yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
Arti pentingnya perencanaan dapat dijabarkan sebagai berikut:
1.
Diharapkan
terdapat suatu pengarahan kegiatan
2.
Dilakukan suat
perkiraan terhadap hal yangakan dilalui pada masa pelaksanaan
3.
Pemilihan
berbagai alternative cara yang baik
4.
Dapat
dilakukan penyusunan skala prioritas
5.
Dapat
diperoleh tindakan yang tepat dan terkoordinasi
6.
Alat untuk
menyesuaikan usaha dengan situasi
7.
Membantu
efisiensi kerja dan membantu menghindari masalah dalam usaha
8.
Menjelaskan
fungsi-fungsi manajerialnya dan pendelegasian kekuasaan
9.
Alat pengukuran
untuk mengadakan pengawasan
Kualifikasi rencana yang baik:
1.
Mempermudah
tercapainya tujuan yang telah ditentukan sebelumnya
2.
Rencana
bersifat luwes dan fleksibel
3.
Pragmatis dan
bersifat praktis disertai perhitungan yang logis dan rasional
4.
Rencana
bersifat sederhana, sistematis dan jelas
5.
Ada skala
prioritas
6.
Memiliki daya
guna yang berarti
Kriteria perencanaan yang dirumuskan dalam 6
pertanyaan: what, why, where, when, who, how.
Proses perencanaan menurut Bintoro
Tjokroamidjojo adalah:
1.
Penyusunan
rencana
2.
Penyusunan
program rencana
3.
Pelaksanaan
rencana
4.
Melakukan
pengawasan
5.
Evaluasi
Dimensi perencanaan pendidikan terdiri dari
beberapa dimensi, yaitu: makro, meso, dan mikro. Perencanaan makro adalah
perencanaan dengan ruang lingkup nasional dan bersifat komferhensif, biasanya
merupakan perencanaan jangka panjang. Perencanaan meso adalah perencanaan di
tingkat regional atau daerah. Perencanaan mikro adalah perencanaan di tingkat
lokal atau lembaga yang merupakan penjabaran lebih terperinci dari perencanaan
meso.
Karakteristik
perencanaan pendidikan menurut Fakry Gaffar adalah:
1.
Harus
mengutamakan nilai-nilai manusiawi
2.
Harus
memberikan kesempatan untuk mengembangkan segala potensi anak
3.
Harus
memberikan kesempatan yang sama
4.
Harus
komprehensif dan sistematis
5.
Harus
ditujukan untuk membantu mempersiapkan manpower
6.
Harus
dikembangkan dengan memperhatikan keterkaitannya dengan komponen pendidikan
secara sistematis
7.
Harus
menggunakan resources secepat mungkin
8.
Harus
berorientasi pada masa datang
9.
Harus kenyal
dan renponsif
10.
Harus
merupakan sarana mengembangkan inovasi
Pendekatan
dalam perencanaan pendidikan
1.
Pendekatan
tuntutan sosial
a.
Ledakan dan
pertumbuhan penduduk
b.
Pemerataan
kesempatan belajar yag dikeluarkan pemerintah
c.
Adanya
kewajiban yang dikeluarkan pemerintah
d.
Perintah agama
yang mewajibkan menuntut ilmu
e.
Kondisi
ekonomi
f.
Anggapan masyarakat
bahwa pendidikan adalah investasi masa depan
2.
Pendekatan
tenaga kerja
3.
Pendekatan
nilai imbalan
B.
Pengorganisasian
administrasi
Sondang P. Siagian merumuskan pengorganisasian sebagai keseluruhan
proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas-tugas, tanggung jawab dan
wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat
digerakkan sebagai suatu kesatuan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah
ditentukan.
Hakikat organisasi yaitu:
(1) organisasi yang ditelaan dengan pendekatan structural yang memanndang
sebagai wadah tempat kegiatan dan menejemen dijalankan, (2) organisasi yang
disoroti dengan pendekatan keprilakuan yang memandang sebagai proses tempat
terjadinya interaksi antara orang-orang yang menjadi anggota organisasi itu.
Prinsip organisasi yang dianggap paling utama:
1.
Perumusan
tujuan organisasi
2.
Pembagian
kerja dan tugas
3.
Pelimpahan
wewenan dan tanggung jawab
4.
Mengandung
kesatuan perintah
5.
Rentangan
control
6.
Fleksibel
C.
Pemberian
Motivasi (Motivating)
Menurut Sondang P Siagian motivasi adalah sebagai keseluruhan
proses pemberian motif bekerja kepada apara bawahan sedemikian rupa sehingga
mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan
efisien dan ekonomis.
D.
Pengawasan
(Controling)
Menurut Hadari Nawawi pengawasan adalah kegiatan mengukur tingkat
efektivitas kerja personal dan tingkat efisiensi penggunaan metode dan alat
tertentu dalam usaha mencapai tujuan.
Karakteristik pengawasan yang efektif:
1.
Disesuaikan
dengan sifat dan kebutuhan organisasi
2.
Diarahkan
kepada menemukan fakta tentang bagaimana tugas-tugas dilaksanakan
3.
Mengacu kepada
tindakan perbaikan
4.
Fleksibel
5.
Preventif
6.
Dapat difahami
7.
Bersifat
membimbing
BAB VI ADMINISTRASI PENDIDIKAN
SEBAGAI SISTEM
A.
Pengertian
System
Menurut Kast dan Resenzweig system adalah suatu kesatuan yang utuh,
terorganisasi, yang terdiri dari dua atau lebih bagian, komponen atau subsistem
dan dibatasi oleh batas-batas lingkungan suprasistem yang dapat dikenali.
B.
Kerangka
System Administrasi Pendidikan
|
Proses
Belajar :
Guru
Kurikulum
Lingkungan
Sarana/Prasarana
Organisasi
sekolah
|
Masukan Keluaran
C.
Mekanisme
Kerja dan Alur Kegiatan Administrasi Sekolah
1.
Kepala Sekolah
2.
Kepala
Urusan/Tata Usaha
3.
Wakil Kepala
Sekolah
4.
Usuran
Kurikulum
5.
Usuran
Kesiswaan
6.
Usuran
Sarana/Prasarana
7.
Usuran
Hubungan/Kerjasama Dengan Masyarakat
8.
Usuran
Bimbingan Dan Konseling
9.
Wali Kelas
10.
Guru Pembina
Osis
11.
Guru-Guru
12.
Guru Piket
13.
Staf Tata
Usaha Urusan Kepegawaian
14.
Staf Tata
Usaha Urusan Kesiswaan
15.
Staf Tata
Usaha Urusan Umum
16.
Tata Usaha
Urusan Perlengkapan
17.
Tata Usaha
Urusan Perpustakaan
18.
Bendaharawan
Rutin
19.
Bendahara Bp3
20.
Penerima Uang
Bp3
21.
Pembuat Daftar
Gaji
22.
Penjaga
Sekolah
23.
Pembantu Umum
Sekolah
24.
Juru Tik
Sekolah
BAB VII KEGIATAN ADMINISTRASI
PENDIDIKAN
A.
Administrasi
Kurikulum
1.
Pengertian
Kurikulum
Menuurut para
pendidik kurikulum adalah segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar
di dalam kelas, di halaman sekolah maupun diluarnya, atau segala kegiatan
dibawah tanggung jawab sekolah yang mempengaruhi anak dalam belajarnya.
2.
Pokok pikiran
dalam penyusunan kurikulum
Diantara pokok
pikirannya yaitu pendidikan diselenggarakan dalam keadaan dinamis. Mengandung
arti bahwa lingkungan tempat pendidikan diselenggarakan turut memberi pengaruh
terhadap tuntutan perubahan dan bukan dapat menentukan sesuatu pendidikan
tersebut.
3.
Fungsi
Administrasi dalam kurikulum
Aspek penting
administrasi dalam pengelolaan kurikulum adalah bagaimana mengadministrasikan
kurikulum untuk meningkatkan efeltivitas dan efisiensi penyelenggaraan
pendidikan.
4.
Perencanaan
kurikulum
Seperti
penyusunan kalender akademik, penyusunan jadwal pelajaran, penyusunan jadwal
dan kegiatan ujian, penentuan program kegiatan ulangan, EBTA dan jadwal EBTA,
penentuan wali kelas, penentuan tugas guru, pembuatan pedoman kenaikan kelas,
penyusunan tata tertib, membuat laporan dan rapat-rapat, dan penyusunan PROTA
(Program Tahunan) dan PROMES (Program Semester).
5.
Pengorganisasian
kurikulum
a.
Subject
Curiculum
b.
Integrated
Curiculum
c.
Correlated
Curiculum
6.
Evaluasi
pelaksanaan kurikulum
a.
Determinan
Kurikulum
1)
Orientasi
filosofis lembaga pendidikan
2)
Kontek sosial
ekoomi
3)
Hakikat
pelajar
4)
Hakikat bahan
pelajaran
b.
Harapan-harapan
golongan klien dan konsumen
c.
Bukti tingkat
produktivitas dengan mempertimbangkan hasil belajar, biaya, dan waktu.
B.
Administrasi
Personalia
Administrasi personalia adalah segenap proses penataan yang
bersangkut paut dengan masalah memperoleh dan menggunakan tenaga kerja secara
efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Segenap proses
penataan yang dimaksud adalah semua proses yang meliputi:
1.
Cara
memperoleh tenaga kerja yang tepat
2.
Cara
penempatan dan penugasannya
3.
Cara
pemeliharaannya
4.
Cara
pembinaannya
5.
Cara
mengevaluasi atau menilainya
6.
Cara pemutusan
hubungan kerja
Ruang lingkup kegiatan administrasi
kepegawaian mencakup:
1.
Inventarisasi
pegawai
2.
Pengusulan
format pegawai
3.
Pengusulan
pengangkatan, kenaikan pangkat, kenaikan berkala, dan mutasi
4.
Mengatur usaha
kesejahteraan
5.
Mengatur
pembagian tugas, bila ada guru sakit, cuti, atau pensiun.
C.
Administrasi
Keuangan
Perutaran
tahun anggaran disebut budget cyclus. Prosesnya sebagai berikut
1.
Fase
perencanaan
2.
Fase
pelaksanaan
3.
Fase
pertanggungjawaban
D.
Administrasi
Sarana dan Prasarana Pendidikan
Ruang lingkup
perlengkapan sekolah yang harus dikelola meliputi:
1.
Barang tidak
bergerak, misalnya tanah dan bangunan
2.
Barang yang
bergerak baik yang habis dipakai, misalnya perabotan, alat kantor, buku-buku,
dan alat peraga pendidikan.
Pengelolaan
sarana pendidikan: yang termasuk kedalam sarana
pendidikan yaitu, tanah, bangunan, perabot, atau meubeler, perlengkapan dan
perkakas pendidikan.
Kegiatan dan
kebijaksanaan yang diperlukan dalam pengelolaan saranaa pendidikan di sekolah
adalah:
1.
Binalah hubungan
kerja yang baik dengan petugas lapangnan atau bangunan
2.
Pimpinlah
kerjasma staf yang membantu para petugas pemeliharaan sarana
3.
Cukupkan
perlengkapan dan perkakas yang diperlukan petugas pemelihara lapangan atau bangunan
4.
Berikanlah
kesempatan penataran para perugas untuk peningkatan pelaksanaan tugas-tugasnya
5.
Awasilah
pembaharuan atau perbaikan sarana
6.
Binalah kerja
sama dengan staf dalam upaya menghindari atau mencegah pengrusakan oleh murid
7.
Siapkanlah
hukuman atau sangsi bagi murid yang melanggar tata tertib sekolah
8.
Beri
kesempatan kepada para warga sekolah untuk mengadakan latihan pengamanan dalam
keadaan darurat atau bahaya
9.
Adakan
inspeksi ssarana secara periodic dengan teliti dan telaten
Pengguanaan
alat pelayanan: beberapa patokan dalam memilih dan
menggunakan alat pelayanan, yaitu:
1.
Alat pelajaran
harus menarik perhatian dan minat murid
2.
Alat pelajaran
haruslah meletakkan dasar-dasar untuk memahami sesuatu hal secara kongkret
3.
Alat pelajaran
haruslah merangsang tumbuhnya pengeertian dan usaha pengembangan nilai-nilai
4.
Alat pelajaran
sebaiknya serba guna dan berfungsi ganda
5.
Alat pelajaran
sebaiknya alat yang sederhana
6.
Alat pelajaran
sebaiknya dapat dibuat sendiri oleh guru dan murid
Kegiatan
administrasi perlengkapan (sarana dan prasarana pendidikan)
1.
Perencanaan
pengadaan, penyimpanan, dan pemeliharaan
2.
Inventarisasi
3.
Pengawasan dan
pengendalian
E.
Administrasi
Ketatausahaan
Secara terperinci, kegiatan tata usaha meliputi beberapa aktivitas
yang diberlakukan dalam suatu organisasi atau pun sekolah, yaitu: menghimpun,
mencatat, mengolah, menggandakan, mengirim dan menyimpan.
Peran dan
pentingnya tata usaha yaitu:
1.
Membantu
pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan induk untuk mencapai tujuan sekolah
2.
Menyediakan
keterangan-keterangan bagi pimpinan sekolah, guru-guru, atau personal lainnya
3.
Melancarkan
perkembangan sekolah sebagai suatu kesatuan yang hidup
System kerja ketatausahaan, adapun asas-asas
efisiensi kerja sebagai berikut:
1.
Asas
perencanaan
2.
Asas
penyederhanaan
3.
Asas
penghematan
4.
Asas
penghapusan
5.
Asas
penggabungan
Oteng Sutisna menegaskan prinsip-rinsip kerja
administrasi kantor sebagai berikut:
1.
Pahami fungsi
pokok administrasi sekolah serta tugas yang terlibat dalam pemenuhannya
2.
Persiapkan
dalam Tulsan suatu ikhtisar tentang prosedur yang perlu bagi penyelesaian
setiap tugas pokok
3.
Pahami
prosedur dan periksa kegunaannya
4.
Sediakan
kesempatan bagi staf sekolah untuk mendiskusikan fungsi, tugas, prosedur, dan
catatan
5.
Gunakan
catatan dan laporan sebagai pelayanan kepada organisasi
F.
Administrasi
Kesiswaan
1.
Penerimaan
siswa baru
2.
Ketatausahaan
siswa
3.
Pengelompokan
siswa
G.
Administrasi
Bimbingan dan Penyuluhan
Prinsip
pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan:
1.
Program
bimbingan dan penyuluhan hendaknya dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak
incidental
2.
Dalam
pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan yang baik perlu didukung dengan data yang
memadai
3.
Dalam
pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan harus disusun sesuai dengan kebutuhan
sekolah yang bersangkutan
4.
Pembagian
waktu dan tugas bagi setiap unsur pelaksanaan di sekolah harus diatur dengan
cermat
5.
Dalam pelaksanaan
bimbingan dan penyuluhan harus dilaksanakan dengan pendekatan individual maupun
keompok
6.
Penanggung
jawab tertinggi adalah kepala sekolah
7.
Harus
senantiasa dievaluasi
RESENSI BUKU
A.
Identitas Buku
1.
Judul Buku : Administrasi
Pendidikan
2.
Penulis : Drs. H
Afifudin, MM, Drs. Drs. Bambang A, Dkk
3.
Penerbit : Insan Mandiri
4.
Kota Terbit : Bandung
5.
Tahun Terbit : 2005
6.
Teks : Bahasa
Indonesia
B.
Inti Resensi
1.
Kekurangan
buku
a.
Desain
covernya tidak menarik pembaca
b.
Tidak ada
gambar yang membuat gairah dalam membaca
c.
Sekilas hanya
seperti fotocopy an yang memakai warna hitam putih saja
d.
Banyak
pemborosan kata dalam satu pembahasan
e.
Penempatan
point-point dalam pembahasan kurang teratur
f.
Ada beberapa
pembahasan yang sulit difahami dan rumit
2.
Kelebihan buku
a.
Informative
b.
Lengkap
c.
Dibahas secara
mendalam
d.
Terdapat
konsepan yang relevan dengan realitas
e.
Menggunakan
kalimat yang sederhana sehingga memudahkan yang membacanya
f.
Buku yang
cukup berguna untuk pedoman calon guru profesional